Kamis, Februari 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalPrabowo Ajak Puan Berkuda di Hambalang, Puan: Ada Saat Bertanding, Ada Saat...

Prabowo Ajak Puan Berkuda di Hambalang, Puan: Ada Saat Bertanding, Ada Saat Kami Harus Bersanding

WartaPemilu Safari politik Ketua DPP PDI Perjuangan DR (HC) Puan Maharani, S.Sos., berlanjut. Kali ini, Puan mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor. Minggu (4/9/2022) kemarin.

Puan selaku utusan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu tiba di Hambalang sekitar pukul 10.45 WIB. Ia disambut Prabowo bersama sejumlah pengurus Partai Gerindra di pendopo rumahnya..

Puan hadir didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sejumlah tokoh PDI Perjuangan turut mendampingi seperti Said Abdullah, Utut Adianto, Bambang Wuryanto, Charles Honoris, Dolfie OFP, Mufti Anam, Agustina Wilujeng Pramestuti, Gilang Dhielafararez, dan Alex Indra Lukman.

Sementara itu Prabowo didampingi oleh beberapa elite Gerindra, diantaranya Sekjen partai Ahmad Muzani dan Ketua Harian Partai Sufmi Dasco Ahmad yang juga merupakan Wakil Ketua DPR.

Puan mendapat penyambutan penghormatan dari keluarga Gerindra diiringi korps musik yang melantunkan lagu Indonesia Raya, Mars PDIP, dan Mars Gerindra. Usai acara penyambutan, Puan kemudian menuju ruang ganti untuk mengenakan baju berkuda.

Prabowo lalu mengajak Puan untuk berkuda di arena pacuan yang ada di rumahnya. Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPR itu menaiki kuda jenis Lusitano keturunan Portugal bernama Salero. Kuda berwarna putih itu juga sempat ditunggani Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat datang ke rumah Prabowo tahun 2016.

Saat berkuda, Puan didampingi Prabowo yang menunggang kuda cokelat bernama Cunhal. Selama 15 menit berkuda, Puan diberi training singkat oleh instruktur.

Mulai dari masih dipegangi, sampai bisa berkuda sendiri. Bahkan Puan sempat memamerkan skill half pass di mana kaki depan ada dalam posisi menyilang.

“Ternyata main kuda itu juga perlu suatu keberanian, suatu semangat untuk kemudian bisa bersama bersinergi bersama kudanya, dan ternyata tidak semudah saya lihat di film-film atau di TV,” kata Puan.

Puan dan Prabowo kemudian memberi makan kuda dengan buah dan wortel.

“Ini yang ngasih makan kau Ketua DPR,” canda Prabowo sambil mengelus kuda Salero.

Selanjutnya, Puan menjajal menaiki kuda L’sultao berwarna palomino, kuda keturunan Portugal yang lahir di Hambalang. Dengan kuda ini, Puan sempat menjajal pose penghormatan atau refrance dimana kaki kuda posisinya seperti strecthing. Kaki depan kuda ke muka, sementara kaki belakang meregang keluar dan badannya merendah.

Selepas break jamuan makan siang, Puan dan Prabowo mengadakan pertemuan 4 mata di Wisma 1 Hambalang yang berada di sebelah pendopo utama. Wisma 1 Hambalang merupakan tempat yang biasa digunakan Prabowo menerima tamu pribadinya.

“Kehormatan besar kedatangan Ibu Puan Maharani. Saya merasa sangat dekat sama keluarga Bu Puan, keluarga Ibu Megawati Soekarnoputri Presiden ke-5 RI dan Pak Taufik Kiemas,” ucap Prabowo.

“Jadi Hubungan kekeluargaan sudah lama terjalin. Sudah generasi ketiga, orangtua saya juga dekat dengan orangtua Bu Mega, kakek saya juga dekat dengan Bung Karno,” lanjutnya.

Pertemuan antara jajaran PDI Perjuangan dengan Gerindra hari ini memang cukup hangat. Banyak canda dan tawa yang terlontar dalam safari politik tersebut.

Puan pun mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Prabowo dan jajaran Gerindra. Apalagi, Prabowo menyatakan mendapat kehormatan didatangi oleh Puan.

“Terima kasih atas sambutan yang hangat pada kesempatan ini. Saya diperkenankan untuk mencoba kuda kesayangan beliau. Berkuda perlu teori yang benar, perlu ketenangan, nggak boleh grogi,” jelas Puan.

“Dan saya ke sini penuh ketenangan karena saya datang ke sini merasa ke rumah keluarga sendiri. Seperti yang disampaikan Mas Prabowo, hubungan keluarga kami sudah jauh berjalan,” lanjut mantan Menko PMK itu.

Menurut Puan, pasang surut dalam politik adalah hal yang biasa. Ia menegaskan, yang paling terpenting adalah silaturahmi kekeluargaan tetap harus terbina sekalipun berbeda pandangan politik.

“Kami harus menunjukkan komitmen bahwa saat bertanding kami bertanding, tapi saat bersanding ya kami harus bersanding,” tutup Puan.(*)

BACA juga berita menarik lainnya KLIK disini

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments