Minggu, Mei 19, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaSurvei PemiluHasil Survei Puas Atas Kinerja Jokowi-Ma'ruf. Bamsoet: Apakah Rakyat Masih Ingin Dipimpin...

Hasil Survei Puas Atas Kinerja Jokowi-Ma’ruf. Bamsoet: Apakah Rakyat Masih Ingin Dipimpin Jokowi dan Dukung Tiga Periode?

WartaPemilu – Lembaga Survei Poltracking Indonesia menyatakan 73,2% responden puas dengan kinerja Jokowi-Ma’ruf Amin. Terkait hasil survei tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menanggapi saat rilis Survei Poltracking Indonesia secara virtual beberapa waktu lalu.

Bamsoet mengaku tidak heran dengan hasil survei itu, karena menurutnya sesuai dengan apa yang dicapai pemerintahan Jokowi-Ma’ruf saat ini.

“Terkait dengan kepuasan publik atau masyarakat terhadap pemerintah Presiden Jokowi tentu tidak terlepas dari berbagai prestasi dan pencapaian yang dilakukan kedua beliau, baik pak Jokowi atau pak Maruf Amin,” kata Bamsoet, dalam tayangan Youtube Poltracking Indonesia, dikutip Minggu (11/12/2022).

Terlepas dari situ, Bamsoet mempertanyakan korelasi angka tersebut dengan keinginan masyarakat dipimpin Jokowi.

“Pertanyaan pentingnya bagi saya bukan soal puas atau tidak puasnya publik. Tapi apakah ini berkorelasi dengan keinginan publik untuk terus Presiden Jokowi ini memimpin kita semua?” ujarnya.

Bamsoet pun menyinggung terkait perpanjangan masa jabatan Presiden, dalam beberapa waktu terakhir banyak sekali pro-kontra di masyarakat terkait isu tersebut.

“Kita tau deras sekali pro-kontra di masyarakat ada yang memperpanjang, ada yang mendorong tiga kali, tapi terlepas itu saya sendiri ingin tau keinginan publik yang sesungguhnya ini apa. Apakah kepuasan ini ada korelasinya dengan keinginan masyarakat beliau tetap memimpin kita dalam masa transisi ini?” tanya Bamsoet.

Lagi-lagi Bamsoet pertanyakan korelasi antara keinginan masyarakat dengan kepuasan kinerja Presiden Jokowi.

“Dan pertanyaan saya kembali lagi apakah ada korelasinya antara keinginan besar masyarakat untuk lebih lama dipimpin Jokowi atau ini hanya kepuasan atas kinerja hari ini,” lanjut Bamsoet.

Ketua MPR ini menilai, penyelenggaraan Pemilu 2024 mesti dipikirkan ulang. Sebab, dia berpandangan ada sejumlah potensi yang perlu diwaspadai oleh bangsa dan negara.

“Tentu kita juga mesti menghitung kembali, karena kita tahu bahwa penyelenggaraan pemilu selalu berpotensi memanaskan suhu politik nasional, baik menjelang, selama, hingga pasca penyelenggaraan Pemilu,” kata Bamsoet.

Bamsoet itu juga mengungkapkan faktor lainnya soal Pemilu 2024 perlu dipikirkan ulang. Ia kemudian menyinggung soal proses pemulihan bangsa dan negara akibat pandemi Covid-19.

Disisi lain, kekhawatiran akan adanya ancaman terhadap bangsa dari situasi global ke depan.

“Nah ini juga harus dihitung betul, apakah momentumnya (Pemilu 2024) tepat dalam era kita tengah berupaya melakukan recovery bersama terhadap situasi ini. Dan antisipasi, adaptasi terhadap ancaman global seperti ekonomi, bencana alam, dan seterusnya,” ungkap Bamsoet.

Sebelumnya, Lembaga Poltracking merilis survei kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin. Dalam survei terbaru ini, tren kepuasan kinerja itu mengalami kenaikan jadi di atas 70%.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda awalnya membeberkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah Jokowi-Ma’ruf. 

Sebanyak 73,7% responden merasa puas, sedangkan 18,3% menyatakan tidak puas. Sisanya mengaku tidak tahu sebanyak 8%.

“Evaluasi kinerja pemerintahan presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang kita ukur pertama adalah tingkat kepercayaan, ini standarnya tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan adalah 73,7 persen,” kata Hanta Yuda dalam konferensi pers, Kamis (8/12/2022) lalu.

Kemudian survei didalami dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi-Ma’ruf. 

Dari indikator itu didapat tingkat kepuasan kinerja Jokowi-Ma’ruf sebesar 73,2%, sedangkan 19% mengaku tidak puas, sementara tidak tahu 7,8%.

“Kemudian kita bergeser pada pendalaman tingkat kepuasan. Tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan secara keseluruhan yaitu gabungan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin, sebesar 73,2 persen,” ujar Hanta Yuda.

Dan angka ini, lanjut Hanta Yuda, kalau dibandingkan dengan survei-surveinya dan beberapa lembaga, ada tren kenaikan.

“Yang tidak puas 19 persen, yang tidak tahu atau tidak jawab 7,8 persen,”pungkas dia.(*)

BACA juga berita menarik lainnya di Kabariku.com ‘Aktif Memberi Kabar’

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments