Senin, Mei 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaHukumKetum Demokrat AHY Sikapi Pengajuan PK Moeldoko ke MA: Kami Minta Doa...

Ketum Demokrat AHY Sikapi Pengajuan PK Moeldoko ke MA: Kami Minta Doa Rakyat Indonesia dari Upaya Kudeta

Jakarta, WartaPemilu – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta doa rakyat Indonesia agar partainya diselamatkan dari upaya kudeta kubu Jenderal Moeldoko.

Dari informasii yang diterima AHY, Moeldoko yang kini menjadi Kepala Staf Presiden (KSP) RI telah mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung atas putusan kasasi yang telah memenangkan Partai Demokrat kubu AHY 2022 lalu.

“Seperti diketahui Kepala Staf Presiden Moeldoko dan drh Joni Alamarbun selama ini terus mencoba-coba mengambil alih Partai Demokrat,” ujarnya.

Hal itu diungkapkan AHY pada konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Partai Demokrat, Senin (3/4/2023).

Dalam tayangan YouTube tersebut tampak hadir para petinggi Partai Demokrat dan sejumlah anggota Farksi Partai Demokat di DPR RI.

Diungkapkan AHY, sebulan lalu atau tepatnya pada 3 Maret 2023 lalu, Moeldoko dan drh. Joni Alamarbun telah mengajukan PK ke Mahkamah Agung atas putusan kasasi No 487/ktun/2022/ 29 September 2022.

Putusan tersebut telah memenangkan Partai Demokrat kubu AHY.

Dalam pengajuan PK-nya, lanjut AHY, kubu Moeldoko mengajukan empat hal yang diklaim sebagai novum atau bukti baru.

Namun AHY menyatakan, sebenarnya empat novum tersebut bukanlah bukti baru sebab telah menjadi bukti pada persidangan tahun 2021 lalu.

“Kenyataannya, bukti baru tersebut telah menjadi bukti persidangan pada 23 november 2021,” papar AHY.

Oleh karena itu, lanjutnya, tim hukum Partai Demokrat telah mengajukan kontra memori untuk menjawab PK yang diajukan Moeldoko.

Dalam kesmepatan itu AHY juga menjelaskan, telah 16 kali Moeldoko mencoba mengambil alih Partai Demokrat dan semuanya dimenangkan oleh Partai Demokrat.

“Jadi Demokrat dengan Moeldoko skornya 16 – 0,” kata AHY.

Terkait hal itu, tegas AHY, dilihat dari kacamata hukum dan akal sehat, sebenarnya sudah tak ada celah bagi Moeldoko untuk kembali mengambil alih Demokrat.

Namun, katanya, situasi hukum sedang mengalami pancaroba. Hal ini bisa dlihat dari putusan Pnegadilan yang memutus agar Pemilu ditunda.

“Ini menandakan bahwa tekanan politik telah masuk dunia hukum, sehinga sekarang dunia olahraga pun kena imbasnya,” ujarnya.

AHY menegaskan, untuk menyikapi situasi yang berkembang saat ini, pihaknya telah menggelar apel pimpinan pada Senin pagi tadi. Apel diikuti oleh 38 ketua DPD, 514 ketua DPC dan 1800 anggota DPRD provinsi, kota dan kabupaten secara online

Dalam apel pimpinan tersebut, pihak Demokrat mencermati bahwa Moeldoko mengajukan PK tepat sehari setelah Demokrat mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.

Oleh karena itu forum apel berpendapat bahwa:

  1. PK bukan tak mungkin bertujuan untuk menggagalkan pencalonan Anies Baswedan sebagai Presiden Ri 2024.
  2. Forum berpendapat, PK sebenarnya bertujuan untuk membubarkan Koalisi Perubahan dengan cara mengambil alih Demokrat karena Demokrat merupakan kekuatan dari perubahan.
  3. Forum mendorong agar seluruh pengurus Partai Demokrat mengirimkan surat perlindungan hukum kepada Ketua Mahkamah Agung dari upaya-upaya pengambilalihan.

Itulah materi konferensi pers Ketum Demokrat AHY tadi pagi. Akhirnya, AHY meminta doa kepada seluruh rakyat Indonesia agar partainya diselamatkan dari pihak-pihak yang akan merusak soliditas dan keutuhan Partai Demokrat. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments