İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

Senin, Maret 4, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalBima Yudho Dipolisikan, Taufik Basari: Tangkap Aspirasinya Bukan Orangnya

Bima Yudho Dipolisikan, Taufik Basari: Tangkap Aspirasinya Bukan Orangnya

Jakarta, WartaPemilu – Viral TikToker @awbimaxreborn yang lantang melayangkan kritik ‘Alasan Lampung Tak Maju-maju’ menarik perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah Taufik Basari, anggota DPR RI Dapil Lampung 1.

Disaat kritikan Bima Yudho Saputro nama pemilik akun @awbimaxreborn dikecam Bupati Lampung Dawam Rahardjo hingga membuatnya dilaporkan ke Polisi.

Terkait hal itu, Taufik Basari akrab disapa Taubas ini menilai apa yang disampaikan oleh Bima bukan hal besar yang harus dipermasalahkan. Sebaliknya, Taufik Basar malah menilai pesan Bima tersebut sebagai sebuah bentuk aspirasi.

Hal tersebut disampaikan Taufik dalam cuitan di akun Twitternya yang diunggah Sabtu, 15 April 2023. Anggota DPR RI Komisi III Taufik Basari justru menilai bahwa kritik Bima merupakan bentuk aspirasi masyarakat.

“Bima adalah kita, keluhannya adalah keluhan rakyat yang mengharapkan Lampung lebih baik lagi. Bima sedang memberikan pesan dan itu adalah aspirasi. Karena itu, tangkaplah aspirasi itu, jangan berpikir untuk menangkap orangnya,” demikian tulisan yang diunggah Taufik Basari melalui akun Twitternya @taufikbasari, dikutip Minggu (16/4/2023).

Politikus Partai Nasdem itu menyebut bahwa kritik Bima adalah salah satu bentuk kepedulian warga terhadap kondisi kampung halamannya.

Taufik Basari bahkan meminta untuk tidak merespons kritik Bima secara berlebihan.

“Saya memahami betul keluhan Bima Yudho Saputro, Tiktokers yang viral karena kritiknya bahwa Lampung tidak maju-maju. Yang disampaikan Bimo senyatanya adalah keluhan masyarakat Lampung saat ini,” ujarnya.

“Sebagai anggota DPR RI dari Dapil Lampung 1, setiap kali saya berkeliling bertemu warga masyarakat, masalah infrastruktur adalah keluhan yang paling utama dan selalu ditanyakan. Persoalan jalan rusak selalu ada dalam aspirasi warga yang disampaikan kepada saya,” lanjut Taufik Basari.

Ia juga mengatakan bahwa Komisi III DPR RI sedang menggelar rapat kerja bersama Polda Lampung pada Jumat (14/4/2023) lalu.

Pihaknya meminta kepada pihak Kepolisian untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap laporan atas Bima. Terkait kritik Bima soal Lampung, Taubas mengaku bahwa aspirasinya itu akan direspons dengan baik oleh Polda Lampung.

“Saya menyampaikan pesan khusus kepada Polda Lampung. Saya meminta agar laporan kepada Polisi terkait viralnya video Bima yang menyebutkan Lampung tidak maju-maju, tidak perlu ditindaklanjuti menjadi proses hukum. Terlalu banyak membuang energi yang tidak dibutuhkan jika memproses persoalan seperti ini,” ujarnya.

Justru sebaliknya, menurut Taubas, semua pihak yang menjalankan amanah rakyat Lampung harus melihat ini sebagai aspirasi sekaligus pengingat agar bekerja lebih baik.

“Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika merespons positif masukan yang saya sampaikan. Semoga semua pemangku kebijakan dapat menjadikan keluhan yang tersampaikan melalui viralnya pernyataan Bima sebagai penyemangat untuk selalu mendengar, mengkaji dan merespons berbagai keluhan dengan tindakan konkret,” tutup Taubas.

Diketahui sebelumnya, dari Australia Bimo Yudho pemilik akun TikTok @Awbimaxreborn mengkritik pemerintah daerah kabupaten Lampung Timur berbuntut panjang.

Awal mulanya, Bima Yudho Saputro mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung merupakan daerah yang tak maju-maju. Dimana Bima Yudho Saputro menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang menyebabkan Lampung tak maju menurut pendapatnya.

Paska viral kritik Bimo, Bupati menggunakan aparat Kepolisian mendatangi rumah orang Bimo Yudho di desa Ratna Daya, kecamatan Raman Utara, Lampung Timur.

Kejadian itu diungkap oleh Bimo Yudho lewat Instagram Story. Menurut dia, Polisi datang ke rumah orang tuanya meminta ijazah dirinya, buku tabungan, dan kartu debit.

“Buat apa minta ijazah? Ngelamar kerja gue? Karena yang laporin siapa, yang repot siapa, ini apa sih?” ujar Bimo Yudho, dalam unggahan akun instagram @awbimax.

Bimo Yudho mengungkapkan dirinya bisa kuliah di Australia itu menggunakan dana dari ibunya bukan ayahnya yang merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) golongan 3.

Menurut Bimo, gaji dari PNS tidak akan mungkin bisa cukup membiayai dirinya kuliah di luar negeri. Dan kata dia, sang ayah dipanggil Bupati Lampung Timur, Dawam Rahardjo buntut kritikannya viral di media sosial.(*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments