Selasa, Februari 20, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalOrkestra Politik Injury Time "Sein Kiri Belok Kanan", Pernusa: Langkah Politik Jokowi...

Orkestra Politik Injury Time “Sein Kiri Belok Kanan”, Pernusa: Langkah Politik Jokowi Buat Lawan Panik!

Jakarta, WartaPemilu – Langkah politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menciptakan kepanikan di kalangan lawan politik, membuat mereka bergerak tak pasti, seakan-akan berada di persimpangan tanpa arah yang jelas.

Dengan keahlian taktisnya, Jokowi bahkan berhasil membuat lawan-lawan seakan kehilangan jejak dalam upaya mereka untuk mencekalnya.

Semacam “sein kiri belok kanan” yang ala Presiden ini menjadi jalan politik baru dan taktis untuk mengukir jalur menuju tujuan politik yang baik untuk kemaslahatan rakyat Indonesia ke depan.

Demikian kata Ketua Umum Pernusa (Perjuangan Rakyat Nusantara) Kanjeng Pangeran Norman, saat mengulas soal politik teranyar dalam Podcast JCCNetwork bertajuk “Orkestra Politik Injury Time Sein Kiri Belok Kanan”. Sabtu (25/11/2023).

Dijelaskan Kanjeng Pangeran Norman, salah satu langkah Jokowi yang membuat asing panik adalah hilirisasi. Ini merupakan strategi epik guna meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki negara.

Menurutnya, hilirisasi akan menjadi lompatan besar peradaban negara. Mengingat, Indonesia telah lama bergantung pada komoditas mentah yang kurang memiliki nilai tambah.

“Program kunci Jokowi itu hilirisasi, begitu Jokowi bilang barang mentah jadi barang jadi, negara yang banyak ambil hasil bumi di Indonesia jadi panik,” ungkap Norman.

Norman menyanyangkan masih ada pihak yang menutup mata dengan apa yang telah dilakukan Jokowi selama dua periode kepemimpinan. Padahal sudah banyak yang dibangun oleh sang Kepala Negara.

Ia juga melihat saat ini politik tampaknya dominan menggunakan perasaan sehingga terjerat dalam spiral negatif.

“Kemudian mencari-cari kesalahan dan menyebarkan fitnah untuk mendeskriditkan Jokowi yang tingkat kepuasan masyarakat terhadapnya sebagai seorang Presiden mencapai 80 persen,” terangnya.

Jadi, lanjut dia, politik yang seharusnya menjadi panggung perdebatan ide, berubah menjadi fitnah sebagai senjata utama untuk mengaburkan garis antara diskusi konstruktif dan manipulasi emosi.

“Masak termasuk dikaitkan juga Ibu Iriana ikut turun tangan soal Gibran Cawapres. Kadang maling teriak maling, bilang politik dinasti, itu partai rata-rata dinasti, bahkan ada partai terbesar cucunya pun Ikut caleg,” tandas Norman.(*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments