
GARUT – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia sekaligus Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Selasa (11/11/2025). Dalam agenda tersebut, Wihaji meninjau langsung pelaksanaan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Desa Caringin, Kecamatan Caringin, serta menyambangi rumah warga yang masuk dalam kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Didampingi Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, serta unsur Forkopimcam Caringin, Wihaji menegaskan bahwa program Kampung KB harus menjadi pusat integrasi berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, mencegah stunting, dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Semangat Kampung KB adalah memastikan program berjalan terintegrasi — mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, hingga pemberdayaan keluarga agar sehat dan mandiri,” ujar Wihaji dalam dialog bersama masyarakat di Kampung KB Melati, Desa Caringin.
Dalam kunjungan lapangan, Wihaji menyempatkan diri mengunjungi rumah Naura, balita 18 bulan dengan berat badan 5,8 kilogram yang mengalami gangguan jantung bocor. Keluarga Naura menerima bantuan nutrisi dan dukungan kesehatan untuk mempercepat pemulihan gizi anak.
Ia juga meninjau rumah Yani Suryani, warga Desa Mekarmukti yang tengah hamil lima bulan dan tinggal di rumah tidak layak huni. Suaminya, Haris Sugiarto, tidak dapat bekerja selama tiga bulan akibat cedera tulang punggung.
“Menyelamatkan satu anak sama dengan menyelamatkan satu generasi. Kami bantu semampu kami, termasuk perbaikan rumah dan MCK, agar risiko stunting bisa ditekan,” tegas Wihaji.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor (Pentaheliks) — antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media — dalam menurunkan angka stunting yang saat ini secara nasional masih berada di angka 19,8 persen.
“Garut sudah turun menjadi sekitar 14 persen. Ini capaian baik, tapi masih perlu kerja keras agar turun lebih signifikan. Jawa Barat menjadi prioritas nasional karena jumlah penduduknya terbesar di Indonesia,” ungkapnya.
Wakil Bupati Garut Putri Karlina menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Menteri Wihaji terhadap masyarakat di wilayah pelosok. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung program nasional penurunan stunting.
“Kami berterima kasih kepada Pak Menteri yang turun langsung melihat kondisi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Garut siap bersinergi penuh dengan program pusat,” ujarnya.
Selain meninjau KRS, Wihaji juga mengunjungi Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) — sebuah model pengasuhan anak berbasis masyarakat yang melibatkan kontribusi sukarela sebesar Rp500 per hari. Program ini dinilai efektif memperkuat ketahanan keluarga di tingkat akar rumput.
Melalui kunjungan ini, Menteri Wihaji berharap Garut dapat menjadi contoh nasional dalam mengintegrasikan program keluarga berkualitas dengan penanganan stunting yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.




