Ke Depan Presiden Haruslah Memiliki Kepemimpinan yang Kuat
Jokowi dan Megawati, dua tokoh bangsa dengan karakter kepemimpinan yang kuat.
Jakarta, WartaPemilu – Dalam sistem presidensial kedudukan presiden kuat, namun tidak ada artinya jika kepemimpinannya lemah.
Sistem presidensial ini sangat strategis bagi presiden untuk membawa bangsa Indonesia agar maju dan bersaing dengan negara-negara lain.
Dan, Presiden Jokowi telah meletakkan dasar kepemimpinan yang kuat dalam sistem presidensial.
Presiden Jokowi tidak bisa didikte oleh partai dan kekuatan manapun.
Ia bersandar pada kehendak umum, yaitu Rakyat Indonesia.
Sebab, presiden dipilih oleh rakyat secara langsung melalui pemilu.
Siapa pun kelak yang memimpin bangsa Indonesia ini ke depan, harus mencontoh kepemimpinan kuat dari sosok Jokowi.
Dan sebab itu, agar Indonesia maju ke depan, maka calon presiden nanti haruslah memiliki kepemimpinan yang kuat dan memiliki karakter.
Dan sejatinya, kita juga memiliki karakteristik kepemimpinan seperti ini, yaitu Megawati Soekarnoputri.
Sayang beliau tidak maju lagi dan memilih sebagai negarawan.
Jadi, bukan partai politik yang kuat.
Sistem presidensial ini, memberikan peluang bagi partai politik yang kuat berada di parlemen, agar wakil rakyat tersebut bersikap kritis terhadap pemerintah untuk check and balances terhadap kekuasaan.***
Jakarta, 9 Juli 2023
Hasanuddin, Koordinator SIAGA 98
Dramatik: “Hakim Etik Mengadili Hakim Konstitusi”
Melalui “Dugaan Korupsi di Kementan” Lonceng Runtuhnya Kesepahaman KPK-Polri dalam Pemberantasan Korupsi
Budiman Sudjatmiko Gabung Prabowo, Upaya Bentuk Poros Persatuan Nasional Demi Kelanjutan Pembangunan
Saweran dan Politik Uang
PAN Usulkan Revisi UU Pemilu Dari Pemerintah Agar Tidak Konflik Parpol
PKB Tegaskan Tingkatan Kaderisasi Partai Politik Baiknya Diserahkan ke Internal Parpol
Warga Indonesia Ternyata Gemar Bayar Pakai QRIS, Pertumbuhannya Capai 111,94 Persen
DPP PDI Perjuangan Kunjungi Zocha Graha Kriya