PAN Usulkan Revisi UU Pemilu Dari Pemerintah Agar Tidak Konflik Parpol
JAKARTA|WARTAPEMILU.COM – Dari Wakil Ketua DPP PAN, Saleh Daulay menyebut pembahasan revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu masih terbatas diskusi internal di fraksi-fraksi DPR. Agar pembahasan bisa segera terlaksana, Saleh mengusulkan RUU itu menjadi usulan inisiatif pemerintah.
“Seingat saya, RUU Pemilu itu selalu atas inisiatif pemerintah. Kalau memang mau dibahas, untuk yang sekarang pun saya usul untuk diambil oleh pemerintah. Tinggal dibahas lagi di Baleg agar pembahasan bisa segera dimulai,” kata Saleh kepada wartawan, Kamis (23/4).
Dalam hal ini usulan pemerintah menjadi tepat, menurut Saleh, karena bisa mengurangi pergelutan partai politik. “Kalau didasarkan atas inisiatif pemerintah, pergelutan pikiran dan agenda parpol dapat dihindari di awal pembahasan. Kalaupun ada perbedaan, nanti akan diakumulasi pada saat pembahasaan DIM,” ujar Saleh.
Saat ini, Saleh memastikan belum ada pembahasan RUU Pemilu. Menurutnya di internal parpol sendiri tidak mudah mengambil keputusannya.
“RUU Pemilu itu sangat penting. Masing-masing partai punya kepentingan. Mulai dari tahapan pembentukan penyelenggara, sampai pada penghitungan dan penetapan hasil. Tidak mudah membicarakannya,” kata dia.
Nantinya, Saleh memastikan pembahasan RUU pemilu mengakomodir kepentingan semua pihak, termasuk tokoh agam hingga ormas
“Semua harus dilibatkan. Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ormas, perguruan tinggi, dan seluruh elemen yang terkait. Inilah yang dimaksud dengan meaningful participation. Tidak boleh ada yang tertinggal dan ditinggalkan,” pungkasnya.
Reporter : Noto PW
Editor : Noto PW
PKB Tegaskan Tingkatan Kaderisasi Partai Politik Baiknya Diserahkan ke Internal Parpol
DPP PDI Perjuangan Kunjungi Zocha Graha Kriya
Ratusan Lintas Generasi Perempuan Ramaikan Peringatan Hari Kartini
Ngaji Politik Ala PDI Perjuangan Pamekasan; Perkuat Kesadaran Demokrasi Berbasis Nilai Keagamaan
Sikap PKB Mengenai Ambang Batas Parlemen Jangan Hilang Walau Ada Putusan MK
Perkuat Pengawasan Partisipatif, GP Ansor Sleman Gandeng Bawaslu Bekali Kader Literasi Politik
Warga Indonesia Ternyata Gemar Bayar Pakai QRIS, Pertumbuhannya Capai 111,94 Persen