Perkuat Pengawasan Partisipatif, GP Ansor Sleman Gandeng Bawaslu Bekali Kader Literasi Politik

SLEMAN|WARTAPEMIULU.COM – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman perkuat fungsi pengawasan politik di masyarakat dengan menggandeng Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman. Langkah ini diwujudkan melalui pemberian materi pendidikan politik dalam rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula yang berlangsung di Pondok Pesantren Darussalam, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu sore (17/1/26).

Kegiatan ini bertujuan membekali kader dengan pemahaman konstitusi dan etika politik agar mampu agen yang menjaga integritas demokrasi di tengah masyarakat.

Najib Yuliantoro Ketua GP Ansor Sleman, menegaskan bahwa kader Ansor harus memiliki landasan literasi politik yang kuat agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi berperan aktif sebagai pengawas mandiri di lingkungannya. Menurutnya, pemahaman yang utuh mengenai regulasi dan potensi pelanggaran akan menghindarkan kader dari politik pragmatis dan provokasi kepentingan sesaat. Pendidikan politik ini merupakan ikhtiar organisasi untuk mencetak kader yang kritis sekaligus berintegritas dalam mengawal proses demokrasi yang sehat.

“Pendidikan politik merupakan bagian dari ikhtiar organisasi untuk mencetak kader yang kritis, berintegritas, dan berkomitmen menjaga demokrasi yang sehat. Kader Ansor memiliki posisi strategis di tengah masyarakat sebagai agen perubahan, sehingga penguatan literasi ini mendesak dilakukan agar mereka mampu memberikan edukasi politik objektif kepada masyarakat sekaligus mendeteksi dini setiap potensi kecurangan di lapangan,” ujar Najib Yuliantoro di hadapan para peserta pelatihan.

Tak hanya itu Raden Yuwan Sikra Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sleman, , memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan aktif GP Ansor dalam memperluas jangkauan pengawasan partisipatif.

Dalam pemaparan materinya, ia menekankan bahwa pengawasan pemilu yang jujur dan adil tidak mungkin hanya mengandalkan petugas formal Bawaslu. Kehadiran kader organisasi kepemudaan yang tersebar hingga pelosok desa menjadi kekuatan tambahan yang efektif untuk menekan praktik politik uang, penyebaran hoaks, serta menjaga netralitas dalam setiap tahapan kontestasi politik.

“Sinergi dengan organisasi kepemudaan menjadi langkah efektif untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif di masyarakat. Pemilu yang jujur dan adil tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara saja, namun juga sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan langsung di lapangan. Kami berharap kader Ansor menjadi pelopor yang berani melaporkan pelanggaran demi menjaga marwah demokrasi kita,” kata Raden Yuwan Sikra dalam sesi diskusi.

Melalui pembekalan ini, Bawaslu Sleman memfokuskan materi pada identifikasi praktik-praktik yang merusak demokrasi, seperti politik uang dan manipulasi informasi. Kader Ansor diharapkan mampu menjadi garda terdepan yang santun namun tegas dalam menghadapi berbagai pelanggaran pemilu.

Dengan literasi politik yang mumpuni, para kader kini memiliki kapasitas untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh praktik culas yang sering muncul menjelang momentum politik nasional maupun daerah.

GP Ansor Sleman berharap sinergi berkelanjutan dengan Bawaslu ini dapat menciptakan ekosistem politik yang lebih cerdas di Kabupaten Sleman. Peran kader sebagai pengawas partisipatif diyakini akan memberikan dampak signifikan dalam menciptakan iklim demokrasi yang lebih berkualitas.

Dengan semangat kebangsaan yang kuat, para pemuda ini siap menjadi pengawal konstitusi yang bertanggung jawab di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Reporter : Triwulandari
Editor : Sri Intan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *