Peringati Hari Kartini Dan Hari Bumi, PDI Perjuangan Garut Kunjungi Candi Cangkuang dan Tanam Pohon
GARUT|WARTAPEMILI.COM – Candi Cangkuang diperkirakan dibangun pada abad 8 di Desa Cangkuang Kecamatan Leles, menjadi saksi komitmen kaum perempuan Garut lintas usia dan sektoral dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Aspirasi perjuangan kaum perempuan Garut tersebut, dituangkan dalam Sembilan Seruan Perempuan yang kemudian disebut Dangiang Cangkuang.
Dangiang Cangkuang, sendiri rangkuman aspirasi kaum perempuan lintas generasi dan sektoral dari rangkaian acara Hari Kartini dan Hari Bumi yang digagas oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut. Rangkaian acara sendiri, dimulai dari peresmian Kantor DPC PDI Perjuangan Garut oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga yang juga mantan Menteri Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak yang bertepatan dengan Hari Kartini dan diikuti dengan ziarah ke makam RA Lasminingrat, istri Bupati Garut pertama pejuang perempuan Garut yang telah diajukan sebagai pahlawan nasional atas jasanya membangun sekolah perempuan di massanya, dialog kaum perempuan hingga penanaman pohon di Candi Cangkuang sebagai bakti ke Ibu Pertiwi dalam memperingati hari bumi.
Ilham Faturohman, yang belum genap enam bulan menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut mengungkapkan momen Hari Kartini dan Hari Bumi menjadi momen penting baginya untuk menegaskan arah perjuangan partainya yaitu pada Upaya-upaya perlindungan kaum perempuan dan anak dan juga pada isu-isu lingkungan hidup sebagai isu sentral yang akan diperjuangkan oleh para kader partainya.
“Gerakan nyata perlindungan perempuan dan anak, kita buat tim advokasi hukum, pendampingan psikologis dan Pendidikan lewat program anak asuh, untuk isu lingkungan saat ini Fraksi PDI Perjuangan sedang memperjuangkan Perda Perlindungan Kawasan mata air,” jelas Ilham, Kamis (23/04/26).
Untuk memperkuat arah perjuangan para kadernya dalam Upaya perlindungan perempuan dan anak, Ilham sengaja mengundang tokoh-tokoh perempuan Garut dalam acara dialog perempuan yang digelar di komplek Perkebunan Farmhouse Cimaragas yang mengembangkan pangan lokal.
Dialog tersebut, dilakukan untuk menyerap dan merumuskan aspirasi kaum perempuan di Garut yang kemudian dituangkan dalam Sembilan seruan perempuan yang dituangkan dalam Dangiang Cangkuang mengambil nama tempat Candi Cangkuang sebagai salah satu situs budaya yang memiliki Kampung Adat Pulo yang menonjolkan corak budaya matrilineal yang terlihat dari keberadaan enam rumah adat yang menggambarkan enam anak perempuan dan satu bangunan musholla yang menggambarkan satu anak laki-laki dari Syeh Arif Muhammad, penyebar agama Islam yang tinggal di Kampung Pulo.
“Dangiang itu bahasa Sunda yang artinya spirit, jiwa atau semangat. Jadi Dangiang Cangkuang itu spirit Cangkuang dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan,” jelas Ilham.
Bintang Puspayoga, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak yang mengikuti seluruh rangkaian acara Hari Kartini dan Hari Bumi DPC PDI Perjuangan Garut melihat, isu sentral perlindungan perempuan dan anak yang diusung oleh para kader partainya di Garut, sesuai dengan arah kebijakan yang ditetapkan Ketua Umum Megawati. Soekarno Putri.
Bintang pun menambahkan upaya perlindungan perempuan dan anak pun, perlu diikuti pemberdayaan dengan cara kerjasama dengan sektor Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). “Kita sudah rumuskan, bagaimana perempuan rentan bisa ikut terlibat pada UMKM yang telah berjalan, mereka bisa jadi bagian rantai produksi UMKM, nanti kita bantu buka pemasarannya juga,” jelas Bintang.
Bintang mengapresiasi dialog perempuan lintas sektoral dan lintas generasi yang digelar para kader partainya di Garut dalam rangka merumuskan arah perjuangan para kadernya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak di Garut. Apalagi, banyak tokoh perempuan hadir dan berkomitmen bergotong-royong memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.
Bintang pun berkesempatan mengunjungi situs cagar budaya Candi Cangkuang di Desa Cangkuang Kecamatan Leles dan mengunjungi Kampung Pulo untuk bertemu dengan kaum perempuan di Kampung Pulo. Bintang merasa, aspirasi perempuan yang dituangkan dalam Dangiang Cangkuang cukup merepresentasikan apa yang selama ini jadi arah perjuangan perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.
“Aspirasi kaum perempuan yang dituangkan dalam Dangiang Cangkuang ini, jadi semangat baru bagi kaum perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya,” kata Bintang, Rabu (22/4/2026) di Cagar Budaya Candi Cangkuang.
Bintang pun, berkesempatan melakukan penanaman pohon di lingkungan Candi Cangkuang sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan. Bedanya, penanaman pohon diiringi dengan iringan musik tradisional sunda Karinding.
Reporter :NPW
Editor : Sri Intan
PAN Usulkan Revisi UU Pemilu Dari Pemerintah Agar Tidak Konflik Parpol
PKB Tegaskan Tingkatan Kaderisasi Partai Politik Baiknya Diserahkan ke Internal Parpol
DPP PDI Perjuangan Kunjungi Zocha Graha Kriya
Ratusan Lintas Generasi Perempuan Ramaikan Peringatan Hari Kartini
Ngaji Politik Ala PDI Perjuangan Pamekasan; Perkuat Kesadaran Demokrasi Berbasis Nilai Keagamaan
Sikap PKB Mengenai Ambang Batas Parlemen Jangan Hilang Walau Ada Putusan MK
Warga Indonesia Ternyata Gemar Bayar Pakai QRIS, Pertumbuhannya Capai 111,94 Persen
Peringati Hari Kartini Dan Hari Bumi, PDI Perjuangan Garut Kunjungi Candi Cangkuang dan Tanam Pohon