Legislator Fraksi PDIP Kecewa Dana BTT Tak Di Alokasikan Untuk Korban Bencana Hidrometeorologi
GARUT|WARTAPEMILU.COM – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Yuda Puja Turnawan, menyoroti pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dinilai belum berpihak kepada korban bencana hidrometeorologi.
Dalam keterangannya usai rapat bersama BPBD Garut, Kamis (23/4/2026), Yuda mengungkapkan bahwa anggaran BTT masih tersisa sekitar Rp20 miliar. Namun dari usulan yang masuk sebesar Rp7,5 miliar dari sejumlah SKPD, tidak terdapat alokasi untuk perbaikan rumah warga terdampak bencana.
“Ini yang sangat saya kecewakan. Dari Disperkim tidak ada satu pun usulan untuk perbaikan rumah warga yang terdampak bencana hidrometeorologi,” ungkap Yuda
Selain itu ia menilai, kondisi tersebut menunjukkan kurangnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat rentan, terutama lansia yang menjadi korban bencana.Yuda mencontohkan kondisi memilukan yang dialami seorang lansia berusia 90 tahun, Mak In, warga Kampung Leuwi Letak, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cikajang, yang rumahnya hancur akibat longsor saat hujan deras.
Selain itu, ada pula Abah Eman di Karangpawitan yang rumahnya ambruk akibat hujan deras yang terjadi bersamaan dengan banjir di wilayah Desa Suci pada 16 April lalu.“Bayangkan, lansia kehilangan rumah karena bencana, tapi tidak masuk dalam skala prioritas anggaran. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.
Yuda juga menyinggung kerusakan rumah warga di wilayah Pameungpeuk akibat angin puting beliung yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Menurutnya, sejak ditetapkannya status tanggap darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten Garut pada 18 April 2026, seharusnya seluruh perangkat daerah dapat memaksimalkan penggunaan BTT untuk penanganan dampak bencana, termasuk perbaikan rumah warga.
Yuda juga mengkritik belum terbentuknya forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), yang dinilai dapat menjadi solusi alternatif dalam menghimpun dana CSR dari berbagai perusahaan.“Kalau forum TJSLP sudah terbentuk, dana CSR bisa diarahkan untuk membantu korban bencana seperti ini. Tapi sampai sekarang belum juga terbentuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini sebagian dana CSR, termasuk dari Bank BJB, justru diarahkan untuk kegiatan lain sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk penanganan bencana.Yuda mengaku telah berupaya menghubungi Bupati Garut dan Sekretaris Daerah untuk menyampaikan hal ini, namun belum mendapat respons.
Sebagai solusi, Yuda mendorong Pemerintah Kabupaten Garut segera mencari sumber pendanaan alternatif, seperti CSR dan dari BAZNAS, jika BTT tidak dimanfaatkan untuk perbaikan rumah korban bencana.
Reporter : Asep Sudrajat
Editor : Evan SR
Legislator PDIP Tawarkan Solusi Peningkatan PAD dan Evaluasi BGNAgar PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu
Gubernur Khofifah Ajak Warga Siapkan Kemarau Ekstrem Jatim Hadapi El Nino 2026
Tugu Tengkorak di Karawang Dibangun Yonif 305 Jaga Sejarah Perjuangan Prajurit
Komisi IV DPRD Garut Tegaskan Keterbatasan Fiskal Menjadi Faktor Penghambat Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu
Ketua Komisi IV DPRD Garut Berjanji Seluruh Aspirasi Fagar Akan Disampaikan kepada Pimpinan
Dugaan Skandal Pejabat Sultra Beredar, Publik Desak Penelusuran Fakta
Gubernur Babel Dorong Solidaritas Perantau Sumbagsel Ekonomi di Daerah