Pra Deklarasi di Jogja Forum Kabah Membangun Gelar Diskusi Politik
Jakarta, WartaPemilu – Jelang Pilpres 2024, sejumlah tokoh bersama kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan mendeklarasikan Forum Ka’bah Membangun (FKM).
Rencananya, deklarasi ditargetkan hadir sekitar 10 ribu orang dan akan dilaksanakan di Gedung Sportorium UMY Yogyakarta, Minggu (30/10/2022) mendatang.
Deklarasi bertujuan melaunching Forum Ka’bah Membangun untuk menyatukan gerak dan langkah umat Islam menuju Pilpres 2024 hingga menyalurkan aspirasi keluarga besar umat Islam di tingkat akar rumput.
Berlangsung acara Forum Kabah Membangun (FKM) yang bagian rangkaian pra-deklarasi akhir Oktober ini, di Jogya. Acara diskusi ini digelar di hotel Santika TMII, Jakarta Timur, pada Jumat (21/10/22).
Ketua FKM, Drs. H. Habil Marati menyatakan FKM adalah wadah aktivis Partai Persatuan Pembangunan yang prihatin dan gelisah dngan kondisi PPP.
“Padahal PPP adalah partai lama yang disegani era orba, dibandingkan sesama Partai lama Golkar dan PDI Perjuangan lebih berhasil saat ini,” kata H. Habil saat membuka acara.
PPP saat ini, H. Hibil melanjutkan, nomer buncit di Parlemen bahkan nyaris tidak lolos Parliamentary Threshold (PT) pada Pemilu 2024 mendatang.
“FKM akan berjuang agar PPP dapat besar kembali, FKM akan menggalang kekuatan untuk mensupoort figur Capres yang miliki kedekatan dengan umat dan konstituen PPP,” cetusnya.
Disebutkan, Habil Marati ketua FKM akan mendeklrasikan Anis Baswedan sebagai Capres dengan Cawapresnya dari TNI.
Pada kesempatannya, Rocky Gerung hadir sebagai naras umber (narsum) menyebut politik makin suram dengan tekanan ekonomi yagg makin parah.
“Pemerintah seperti hilang upaya dan kemampuan, saya ragu pemerintah siap hadapi krisis,” tukasnya.
Menurutnya, untuk Capres Anis yang baru dideklrasikan partai Nasdem sangat mungkin diganggu dan akan dihambat karna Jokowi dan oligarky punya Capres lain.
Narsum lainnya, Ridwan Saidi, tokoh senior mengatakan lebih utama benahi sistemnya dahulu.
“Harus ada perubahan total, reformasi telah gagal. Bila tidak ada pembenahan mendasar, Pemilu tidak ada artinya,” tandasnya.
Sementara menurut, Tb Massa Jafar, Pemilu akan berlangsung sengit dan politik identitas bisa saza terjadi sebagai keniscayaaan politik.
Diskusi berlangsung dinamis dihadiri beberapa tokoh antaralain: Jumhur Hidayat, Ketum KSPSI; Hatta Taliwang, Eks DPR.
Turut menghadiriacara; Syahrial Agamas, Prof Anwar Sanusi, Wahyuni Reffi, Umar Husin , Hersubeno Arief,, Andrianto, Aktivis Pergerakan 98 dan puluhan peserta lainnya.(*)
BACA juga berita menarik lainnya di Kabariku.com ‘Aktif Memberi Kabar’
Gubernur Babel Dorong Solidaritas Perantau Sumbagsel Ekonomi di Daerah
Gubernur Sulbar Dorong Semangat Kewirausahaan GMNI Sulbar Hadapi Bonus Demografi
Ketum PPP Ingatkan Soliditas Kader PPP DIY Hadapi Pemilu 2029
PAN Usulkan Revisi UU Pemilu Dari Pemerintah Agar Tidak Konflik Parpol
PKB Tegaskan Tingkatan Kaderisasi Partai Politik Baiknya Diserahkan ke Internal Parpol
Peringati Hari Kartini Dan Hari Bumi, PDI Perjuangan Garut Kunjungi Candi Cangkuang dan Tanam Pohon
Legislator PDIP Tawarkan Solusi Peningkatan PAD dan Evaluasi BGNAgar PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu
Gubernur Khofifah Ajak Warga Siapkan Kemarau Ekstrem Jatim Hadapi El Nino 2026